Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai bentuk perilaku dapat dibentuk oleh tiga faktor utama yang berjalan dan berkembang selama belasan tahun dalam jiwa seorang anak. Pakar perilaku internasional Dr. Peter Anderson menjelaskan ada tiga faktor utama yang dapat membentuk perilaku anak hingga dia dewasa. Kami ringkas dengan sederhana sebagai berikut:
1. Lingkungan sekolah, anak yang terbiasa besar dan tumbuh dengan lingkungan sekolah yang lebih dominan maka tumbuh kembang anak sangat didominasi oleh lingkungan sekolahnya atau lingkungan pendidikannya sebagai latar belakang hidupnya. Seseorang yang didominasi lingkungan pendidikan (sekolah/kampus/atau lembaga pendidikan lainnya) akan selalu terikat baik formal maupun non formal dalam menjalani kehidupan dan kehidupan mereka sehari-hari selalu diwarnai lingkungan tersebut. Dia akan fokus pada kegiatan sekolah (terikat secara formal), penyebab utama karena lingkungan pendidikan memberikan berbagai bentuk kenyamanan, kebutuhan, dan kesukaan terhadap warna hidupnya. Pertumbuhan model ini sulit berkembang dalam lingkungan lainnya, karena segala kebutuhan anak terasa telah terpenuhi oleh dinamika sekolahnya atau kampusnya. Dia sulit berinteraksi dengan dinamikan kehidupan lain, karena (itu tadi) telah terikat formal maupun tidak formal dengan lingkungan aslinya. Sehari-hari akan selalu bergaul dan berinteraksi dengan teman, guru, atau apapun yang diwarnai kehidupan akademiknya. Bisa jadi dalam kondisi tertentu, perilaku model ini akan sulit dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan lingkungan eksternalnya. Lingkungan sekolah/kampus atau akademik sudah mendominasi mewarnai pola pikir dan interaksi hidupnya secara kuat. Dia terlibat dengan kegiatan olah raga, kegiatan panjat tebing, kegiatan seni, kegiatan sosial yang dimotori oleh kehidupan lingkungan akademiknya. Model perilaku seperti ini dapat disebut anak sekolah atau aktivis kampus, karena lingkup kehidupannya tidak pernah dapat keluar dari lingkungan tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.
2. Lingkungan keluarga, perilaku model ini dapat tercipta apabila pihak keluarga terbiasa akrab dan mampu memenuhi segala bentuk kebutuhan yang dimiliki sang anak, mulai dia kecil hingga dewasa. Sehingga kehidupannya diwarnai oleh peran dan pengaruh keluarga yang mampu mengikatnya secara formal (karena telah terbiasa terikat sejak kecil). Dia akan selalu mengikuti dimana keluarganya berada dan tidak mampu lepas dari ikatan tersebut. Interaksi dan komunikasi dengan keluarga sangat lekat dan condong sulit dipengaruhi oleh ikatan (interaksi) lainnya. Tipe anak seperti ini sehari-hari dalam kehidupannya akan senantiasa berada dekat dengan keluarga, jarang keluar rumah (kecuali ada urusan yang sangat penting untuk diselesaikan). Anak dengan tipe ini selalu cenderung berada di rumah dalam hidup kesehariannya. Dia jarang berada di tempat lain dalam kondisi apapun selama berjauhan dengan keluarga. Jika berlibur, maka dia akan memilih berlibur dengan keluarganya dibandingkan berlibur dengan teman-temannya. Kepribadian dengan model ini jarang terlibat aktif dengan lingkungan atau kegiatan akademik (seperti poin 1 di atas). Mereka selalu aktif dan mudah terikat dengan kegiatan keluarga secara formal misal kegiatan ibadah, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, maupun kegiatan lain yang penuh interaksi dengan keluarga.
3. Lingkungan eksternal, untuk jenis interaksi kegiatan yang jenis ini maka seorang anak senantiasa terikat dengan kegiatan yang senantiasa terhubung dengan lingkungan di luar akademik dan di luar keluarga. Mereka selalu terikat secara formal dengan orang atau teman pergaulan yang tidak berhubungan sama sekali dengan keluarga dan akademiknya. Mereka condong lebih menyukai kegiatan bebas yang tidak terikat dengan akademik/sekolah dan juga tidak terikat dengan keluarganya. Untuk model kehidupan atau pergaulan tipe ini membutuhkan kontrol atau pengawasan ketat, kuat, dan keras dari pihak keluarga dan sekolah. Mengapa? karena setiap anak yang terikat dalam lingkungan eksternal ini dia condong bebas melakukan apa saja karena secara formal tidak terikat aturan lain dalam hidupnya. Bebas bepergian kemana saja sesuai yang dia mau bersama lingkungan eksternalnya, tanpa merasa ada ikatan (tidak peduli) dengan lingkungan lain. Model pergaulan, kehidupan, interaksi jenis ini jika tidak mendapat kontrol kuat dari orang tua dan pihak lain, condong akan berubah perlahan menjadi sebuah pergaulan yang liar. Mereka umumnya secara pelan-pelan tanpa disadari akan masuk dalam sebuah pergaulan yang bisa berwujud negatif, seperti balapan liar, keluyuran tenah malam tanpa tujuan, tidak menurut pada orang tua, condong mengabaikan sekolahnya, dan kehidupan lain. Jenis kehidupan model ini yang harus diwaspadai jika tidak ada kontrol sama sekali dari orang tua mereka dan tidak ada kontrol dari pihak sekolah. Bila kehidupan ini berlangsung bertahun-tahun maka kepribadian model seperti ini akan mudah terlibat (tanpa disadari) dalam segala bentuk kegiatan dan perilaku anarkis. Fenomena munculnya Geng Motor/Gengster umumnya dilatar belakangi lingkungan eksternal yang liar (bebas tidak terkendali) apalagi mereka usianya masih muda, sangat rawan terlibat dalam segala bentuk kegiatan yang cenderung negatif karena pengaruh atau ajakan atau meniru perilaku teman-temannya dalam kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar